SEJARAH KELURAHAN JAJAR
Syahdan nama Jajar sebenarnya sudah
ada sejak kepindahan Keraton Kartosuro ke timur menuju keraton yang baru
bernama Keraton Surakarta ( Tahun 1757 ). Ada seorang abdi dalem Keraton
Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang berpangkat Jajar (setara pesuruh keraton
yang dipercaya ). Karena dianggap besar jasanya kepada raja, pesuruh tersebut
diberi tanah perdikan yang masih berupa hutan lebat supaya ditunggu dan
dikelola dengan syarat “hanggaduh run –tumurun” (wenang manggon ora wenang ngedol).
Dimana tanah perdikan yang masih berupa hutan tersebut letaknya sekitar 5 km
sebelah barat dari Kraton Surakarta.
Karena yang dipercaya menunggu adalah
ki Jajar, lama-kelamaan tanah perdikan tersebut terkenal dengan nama “alas
Jajar”.
Ki Jajar mempunya putra 2 orang yaitu
:
1. Trenggono ( setelah tua namanya
menjadi Eyang Setro )
2. Kaladipo yang mempunyai anak
bernama Ditorumekso
Seiring dengan berjalannya waktu Alas
Jajar makin ramai dan berkembang menjadi beberapa kampung. Antara lain Kampung
Jajar, Kampung Tronangan, Kaladipan ( sesuai nama putra Ki Jajar ), Soditan, Tempel
Rejo, Tegalan, Ngendro, Sernan, Notogan, Bulusan, Ngaseman, Njangkangan,
Tunggal Harjo, Cangkringan dan Tompo.
1.
Kampung Jajar
Letaknya di sekitar Balai Kampung
Jajar Kelurahan Jajar RT 01/04. Kampung Jajar adalah kampung yang paling tua di
Kelurahan Jajar, dimana dahulu merupakan kampung yang ditempati Ki Jajar.
2.
Kampung
Ngendro
Letaknya timur Gapura batas kota
Kraton Surakarta. Dahulu ada pasar yang lumayan besar, namanya Pasar Ngendro,
karena sebelah selatan Pasar Ngendro
dahulu ada bangunan tempat tinggal ndalem Patih Endro Prastho ( Patih
njero Kraton Surakarta ). Dan utara Pasar Ngendro ada 2 pohon ringin besar yang
ditanam oleh kerabat Patih.
3.
Kampung
Tegalan
Letaknya sebelah timur Pasar Ngendro
nerupa tegalan. Dahulu RT.01, 02, 03, 04 RW III gandeng menjadi satu, belum ada
jalan. Setelah dibangun Kantor Kelurahan Jajar (yang lama) baru ada jalan
tembus dari Jl. Slamet Riyadi ke utara menuju Kantor Kelurahan Jajar.
4.
Kampung
Sernan
Letaknya sebelah Barat Gapura batas
kraton Surakarta ke barat dan ke utara (sekitar RT 05/03 ). Dahulu ada kuburan yang ada pohon randu.
Alas growong besar sekali yang berumur ratusan tahun. Orang sering
dibuat bingung mubeng-mubeng ditempat tersebut tidak sampai-sampai ke
tempat yang di tuju (mubeng= seser, Sernan = seser tenan )
5.
Kampung
Bulusan
Letaknya di barat Kampung Sernan,
persisnya di Kelurahan Jajar RT 01, 02, 03 RW 05. Sebelah barat kuburan RT 01/05
dahulu berupa rawa-rawa yang banyak sekali bulus ( kura-kura ).
6.
Kampung
Tronanggan
Letaknya di utara Kampung Jajar, terdapat
kuburan yang namanya njaratan cilik banyak sekali ditumbuhi pohon kecik
tanjung ( Kecik = nandur kebecikan ). Nama kampung nunggak semi
putra Ki Jajar yang namanya Trenggono atau mbah Setro. Tepatnya di wilayah
Kelurahan Jajar RT 04/04 ada punden
atau makam yang dipercaya oleh warga sekitarnya adalah makam Ki Ronggo Setro.
7.
Kampung
Kaladipan
Letaknya utara kampung Bulusan, sebelah
timur kuburan, Jajar RT 04/05. Nama kampung diambil nunggak semi
nama putra Ki Jajar yang bernama Kaladipa.
8.
Kampung
Tempel Rejo
Setelah tahun 1830 banyak bekas
prajurit Diponegoro cerai berai karena kekalahannya perang melawan Belanda. Ada
beberapa yang sampai wilayah Kraton Surakarta, dan yang lainnya bersembunyi di
daerah Ki Kaladipa. Maka oleh Ki Kaladipa prajurit tersebut dilindungi dan
dibuatkan rumah nempel di pinggir sawah sebelah timur laut daerah Ki Kaladipa.
Kemudian orang menyebut Kampung Tempelrejo.
9.
Kampung
Soditan
Letaknya disebelah utara Kampung
Tempel Rejo, nama Soditan diambil nunggak semi nama putra dari Ki
Kaladipa yang bernama Dito Rumekso. Yang sekarang letaknya di Kelurahan Jajar
RT 03/06.
10. Kampung Tunggal Harjo
Kampung ini dulunya berupa sawah bondo
desa mulai dari RS Paru ke timur, lapangan SMP2 ke selatan sampai Hotel
Alila. Pada tahun 1955 sawah bondo desa di selatan RS Paru didirikan
bangunan perumahan rakyat oleh
Pemerintah Kota Surakarta. Bangunan perumahan rakyat tersebut terletak di RT 02/02.
Sebelah selatan perumahan rakyat tanah di kapling-kapling dibagikan kepada
warga Kelurahan Jajar yang belum mempunyai tanah. Oleh Bp Warsiman tanah yg
dikapling diberi nama Kampung Tunggal Harjo, tepatnya diwilayah RW 01 dan
sebagian Rw.02.
11. Kampung Tompo
Kampung ini terletak ditengah-tengah
sawah yang yang ada kuburannya ssekitar kelurahan Jajar RT 01/07. Didiami oleh
kakek sakti yang bernama Mbah Tompo karena pekerjaan menganyam bambu berupa
tambir, tenggok, tompo, kukusan, kalo, tumbu,
kranjang, wuwu, tepis, tepas dll.
12. Kampung Lainnya
a.
Jangkangan
Dahulu ada pohon Jangkang yang besar
buahnya dicari orang Tionghoa untuk pengobatan, bijinya untuk mainan anak-anak.
Letaknya di utara lapangan SMP 2 ke timur tepatnya diwilayah RT 03/02 Kelurahan
Jajar.
b.
Cangkringan
Dahulu banyak sekali pohon cangkring
di tengah sawah, letaknya di utara SAMSAT
ke timur tepatnya di wilayah RT 04/07.
c.
Notogan
Sebelah barat kampung Jajar, tepatnya
gapura batas keraton ada jalan ke utara notok/penthok tepatnya di RT 07/03.
d.
Ngaseman
Di pinggir jalan ada 3 pohon asem yang
besar sekarang tepatnya di USAHID wilayah RW 08
e.
Perengan
Di pinggir kali gajah, berupa pereng
yang curam yang dulu cerita sesepuh yang dapat dipercaya untuk memandikan gajah
kraton (ngguyang) tepatnya di wilayah RW 08.
Adapun letak-letak kampung-kampung tersebut di
atas, antara lain :
- Tunggal Harjo di RT 01 - 05 / RW I dan sebagian RW II
- Tegalan di RT 01, 02 RW III
- Ngendro di RT 03, 04 RW II
- Serengan di RT 05, 06 RW III
- Bulusan di RT 01 RW V
- Kolodipan di RT 04, 05 RW V
- Tronanggan di RT 04, 06 RW IV
- Tempel Rejo di RT 06, 07 RW V dan RT 01, 02 RW VI
- Soditan di RT 03 RW VI
- Ngaseman di RT 01 - 04 RW VIII
- Tompo di RT 01, 02, 06, 07 RW VII
- Notogan di RT 07 RW III
- Jajar di RT 01, 02 RW IV
- Jangkangan di RT 03 RW II
Letak
geografis Jajar diapit oleh 4 wilayah, di wilayah timur Kelurahan Kerten,
sebelah barat Kelurahan Karangasem, sebelah utara Kabupaten Karanganyar, dan
sebelah selatan Kelurahan Pajang. Luas wilayah 10,5
ha merupakan dataran rendah ± 92 m di atas permukaan laut.